Wednesday, 22 October 2025

Public Speaking Itu Skill Bukan Konsep

    Saya telah memahi dengan jelas apa itu Public Speaking yang diajarkan oleh dosen saya, yaitu Public Speaking itu bukan sebuah konsep yang sudah terlahir tetapi itu sebuah skill atau kemampuannya yang bisa diasah pada diri kita. Menjadi Public Speaker juga merupakan sebuah kemampuan untuk berbicara di depan banyak orang yang dan itu sudah melewati semua pengalaman juga. 

    Setelah memahi materi Public Speaking, saya jadi makin sadar kalau ilmu ini tuh penting banget dan sebenarnya bisa dipelajari siapa saja. Ini bukan soal bakat, tapi keterampilan yang ada rumusnya. 

Apa Sih Public Speaking Sebenarnya?

    Public Speaking merupakan kemampuan berbicara di depan audiens secara langsung dengan maksud untuk menyampaikan informasi, memengaruhi, atau menghibur. Intinya, ini merupakan jenis komunikasi lisan yang terorganisir dan memiliki tujuan. Para pakar seperti Osborn & Osborn menyatakan bahwa ini adalah kemampuan komunikasi yang dipengaruhi oleh rasa percaya diri, persiapan, serta teknik suara. Penting untuk menghapus mitos atau Logical Fallacy bahwa seseorang harus dilahirkan sebagai orator yang hebat untuk menguasai kemampuan ini. 
    
    Kunci utama untuk menjadi orator yang efektif adalah menguasai Retorika (art of communication), yang menurut Aristoteles didefinisikan sebagai kemampuan untuk menemukan semua cara yang mungkin untuk meyakinkan. Retorika terdiri dari tiga elemen utama yang perlu diintegrasikan dalam pidato: Ethos (Kepercayaan Pembicara) yang berkaitan dengan seberapa dapat dipercaya pembicara di pandangan audiens, Pathos (Apel Emosional) yang bertujuan untuk menggerakkan perasaan audiens guna mempengaruhi mereka secara emosional, dan Logos (Argumentasi dan Bukti) yang melibatkan penerapan argumen rasional dan bukti nyata untuk memperkuat pernyataan. Fungsi retorika berperan sebagai sarana utama untuk meyakinkan dalam menyampaikan gagasan dengan jelas, meningkatkan kepercayaan, dan menggerakan pendengar.

    Menjadi seorang pelajar public speaking melibatkan tiga langkah praktis: 
Langkah 1: Instruction (Mengerti prinsip), yaitu memahami prinsip-prinsip argumentasi, mempersiapkan materi serta menyusun kerangka presentasi yang jelas, dan mengenali serta menyesuaikan pesan dengan pendengar. 
Langkah 2: Imitation (Meniru), yaitu dengan mengamati dan mempelajari cara berbicara dari pembicara publik terkenal (seperti Najwa Shihab atau pembicara TED), meliputi bahasa tubuh, intonasi suara, dan metode menjalin koneksi.
Langkah 3: Practice (Praktek), yang mencakup penggabungan instruksi dan peniruan dalam materi pribadi, berlatih secara teratur di depan cermin atau merekam diri sendiri, meminta umpan balik, serta meningkatkan pengalaman dengan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbicara di hadapan publik. Pemahaman tentang Model Komunikasi Linear, yang mencakup elemen Pengirim, Pesan, Saluran, Penerima, Proses Dekode, dan Gangguan (Noise), merupakan landasan penting bagi proses komunikasi yang efisien.

    Jadi, saya dapat menarik kesimpulan bahwa Public Speaking merupakan kemampuan yang perlu dilatih, bukan kemampuan alami. Intinya adalah seni mengomunikasikan secara teratur yang memiliki tujuan, yaitu untuk menyampaikan pesan, memengaruhi, atau menghibur. Kunci untuk memengaruhi pendengar terletak pada Retorika, yang harus mengintegrasikan tiga elemen persuasi Aristoteles: Ethos (Kredibilitas), Pathos (Emosi), dan Logos (Logika/Bukti). Untuk menguasai keterampilan ini, kita perlu mengikuti tiga langkah: Instruction (Mengerti prinsip), Imitation (Meniru yang terbaik), dan Practice (Latihan teratur untuk evaluasi diri dan mencari pengalaman).

Noveliza Salsabila Fitranty_10823744_3MA17

No comments:

Post a Comment

TEROR TERHADAP PENGKRITIK

Serangkaian Teror yang menimpa aktivis dan pemengaruh media sosial yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera. Mereka dikirim bangkai he...